Cacing tanah, petani kecil yang bekerja di bawah kaki kita
Penggembur tanah yang tak pernah libur.

Musim hujan sudah mulai, dan setiap kali tanah di halaman basah, cacing bermunculan. Banyak orang jijik. Saya justru senang, karena kehadiran cacing adalah tanda tanah yang sehat.
Cacing tanah makan sisa daun dan bahan organik lain yang membusuk di tanah. Dalam perutnya, bahan itu dicerna bersama butiran tanah, lalu dikeluarkan sebagai kotoran yang kaya hara dan mudah diserap akar tumbuhan. Kotoran cacing adalah salah satu pupuk alami terbaik, dan petani sudah lama memakainya dengan nama kascing.
Baca juga: Mengapa air laut asin sedangkan air sungai yang mengisinya tawar
Terowongan yang mengatur air dan udara
Pekerjaan cacing yang kedua adalah menggali. Saat bergerak, cacing meninggalkan terowongan kecil ke segala arah. Terowongan itu menjadi jalan bagi air hujan untuk meresap ke dalam, bukan menggenang di permukaan atau mengalir pergi membawa lapisan tanah atas. Terowongan yang sama juga mengalirkan udara ke akar, karena akar tumbuhan butuh oksigen untuk bernapas.
Tanah yang padat tanpa cacing cenderung keras saat kemarau dan becek saat hujan. Tanah yang penuh cacing lebih gembur dan lebih mampu menyimpan air, sehingga tanaman lebih tahan saat hujan berhenti beberapa hari.
Mengapa cacing muncul ke permukaan saat hujan deras? Penjelasan yang umum adalah terowongannya terisi air dan oksigen di tanah berkurang, sehingga cacing naik mencari udara. Ada juga dugaan bahwa getaran hujan mirip getaran pemangsa yang menggali, sehingga cacing kabur ke atas. Apa pun alasannya, kalau Anda melihat cacing di halaman pagi ini, biarkan saja. Ia sedang bekerja untuk Anda.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.