Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsEnergi

Memanaskan air adalah pekerjaan paling boros di rumah, dan air memang keras kepala

Air butuh energi jauh lebih banyak daripada hampir semua bahan lain untuk naik satu derajat saja.

Di antara semua alat di rumah, yang paling lapar listrik sering kali bukan yang paling bising atau paling terang. Pemanas air mandi, ketel listrik, mesin cuci dengan air hangat, dispenser dengan tangki panas: semuanya punya satu kesamaan, yaitu memanaskan air. Dan air adalah salah satu zat paling keras kepala di dunia jika disuruh berubah suhu.

Setiap bahan punya ukuran yang disebut kalor jenis: berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sejumlah bahan sebesar satu derajat. Besi punya kalor jenis rendah; wajan cepat panas dan cepat dingin. Air punya kalor jenis yang sangat tinggi, jauh melebihi logam, batu, maupun minyak goreng. Energi yang cukup untuk membuat wajan membara hanya membuat seember air sedikit lebih hangat.

Baca juga: Bagaimana rice cooker tahu nasi sudah matang: magnet yang menyerah pada suhu tertentu

Mengapa air begitu sulit dipanaskan

Penyebabnya ada pada cara molekul air saling berpegangan. Setiap molekul air membentuk ikatan lemah tetapi banyak dengan tetangganya, dan sebagian besar energi yang masuk dipakai untuk menggoyang dan melonggarkan ikatan-ikatan itu sebelum sempat membuat molekul bergerak lebih cepat, yang kita rasakan sebagai naiknya suhu. Air menyerap energi seperti spons menyerap air: banyak yang masuk sebelum terasa ada perubahan.

Sifat ini menjadi berkah bagi planet. Laut yang menyerap panas siang dan melepasnya perlahan membuat iklim pesisir lebih lembut. Tubuh kita yang sebagian besar air juga tidak mudah berubah suhu karena sinar matahari sesaat. Tetapi di dapur dan kamar mandi, sifat yang sama berarti tagihan.

Ke mana larinya energi, dan cara menghematnya

Pemanas air mandi harus memberi energi untuk setiap liter yang dipanaskan, dan ia juga harus mengganti panas yang terus bocor dari tangki ke udara kamar mandi selama berjam-jam. Ketel listrik yang diisi penuh untuk secangkir teh membuang energi untuk memanaskan air yang tidak diminum. Mesin cuci dengan air panas menghabiskan sebagian besar energinya bukan untuk memutar, melainkan untuk memanaskan air di dalam tabungnya.

Jalan hematnya mengikuti fisika yang sama. Panaskan hanya sebanyak yang dipakai. Selimuti tangki pemanas supaya bocoran panasnya berkurang. Pilih pencucian dengan air dingin untuk pakaian sehari-hari. Dan di penghujung tahun ketika hujan membuat air keran terasa lebih dingin dari biasanya, ingatlah bahwa setiap derajat tambahan pada air mandi hangat dibayar dengan energi lebih banyak daripada derajat yang sama pada benda lain di rumah. Air tidak mau berubah dengan murah, dan itu berlaku ke dua arah: ia juga enggan melepaskan panas yang sudah ia simpan.

VH
Vina HartantoVina bergabung pada 2023 dan merupakan penulis aktif dengan sembilan belas artikel, dari mekanisme vaksin hingga pergerakan lempeng di bawah kepulauan Indonesia. Ia memulai setiap artikel tentang gempa dengan membaca ulang katalog kejadian dari badan geofisika untuk wilayah yang dibahas.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.