Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsIklim

Angin darat dan angin laut: jam kerja nelayan yang diatur matahari

Mengapa perahu berangkat malam dan pulang siang.

Angin darat dan angin laut: jam kerja nelayan yang diatur matahari
Foto: T / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Kalau Anda pernah tinggal di kampung nelayan, polanya sudah akrab: perahu berangkat menjelang dini hari dan pulang menjelang siang. Jadwal itu bukan kebiasaan semata. Ia mengikuti angin yang berganti arah setiap hari, dan angin itu digerakkan oleh perbedaan antara daratan dan laut.

Daratan memanas jauh lebih cepat daripada laut saat terkena matahari, dan mendingin lebih cepat pula ketika malam tiba. Air laut lamban berubah suhu; ia menyimpan panas lama dan melepaskannya pelan.

Baca juga: Cuaca dan iklim: hujan sore ini bukan bukti apa-apa

Siang ke darat, malam ke laut

Di siang hari, udara di atas daratan yang panas memuai dan naik. Udara yang lebih sejuk dari atas laut bergerak masuk menggantikannya. Inilah angin laut, angin yang bertiup dari laut ke darat, dan terasa sebagai semilir sejuk di pantai pada sore hari.

Malam hari, daratan sudah lebih dingin daripada laut. Sekarang udara di atas laut yang lebih hangat dan naik, sementara udara dingin dari darat mengalir ke laut menggantikannya. Inilah angin darat. Perahu layar memanfaatkan angin darat untuk berangkat dini hari, lalu pulang siang hari didorong angin laut.

Angin ini paling terasa pada hari yang cerah di musim kemarau seperti sekarang, ketika daratan dipanggang matahari penuh. Pada hari mendung, perbedaan suhu darat dan laut lebih kecil, dan anginnya lebih lemah.

Pola yang sama terjadi di tepi danau besar dan bahkan di pinggir kota, dalam skala lebih kecil. Angin laut juga sering membawa awan hujan ke daratan pada sore hari, itu sebabnya hujan sore di kota-kota pesisir sering datang dari arah laut.

OH
Oka HakimOka menulis untuk Bumi Sains dari 2022 hingga 2025 dan menjadi penulis terbanyak pada periode itu dengan dua puluh artikel tentang iklim dan energi. Ia dikenal di redaksi karena menolak kata sifat dalam judul dan menggantinya dengan angka yang dapat diperiksa.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.